- Sebuah logam dilelehkan dan dipadukan (alloyed) dalam tungku pembakaran yang telah dibakar dengan gas (sebagai contoh aluminium dengan titik lebur 660oC, maka suhu tungku harus di atas 660oC) .
- Logam yang telah dilelehkan lalu dialirkan ke dalam tungku lain sebelum proses pengecoran (casting) yang di mana ketika dialirkan ke dalam tungku , metal ini mengalami proses filterisasi dan degassed (pemisahan dari gas).
- Setelah itu maka didapat batangan paduan logam yang konsentrasinya telah ditentukan dengan panjang sekitar 120 inch per batang. Batangan tersebut kemudian dicor dan diberi “immediate stress relieve” dengan pemanasan 6500F lalu dimasukkan langsung ke dalam air. Batangan ini lalu dipotong kecil lagi menjadi 10 inch dan dicek menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengetahui apakah terdapat patahan dan kebocoran.
- Lalu batangan batangan ini dibubut untuk mendapatkan ukuran diameter yang dibutuhkan. Untuk membuat rivet bertipe “hollow” (berongga) yang memiliki lubang di tengahnya, digunakan proses ekstrusi.
- Dalam proses ekstrusi panas (hot extrusion process) metal dipanaskan terebih dahulu hingga 450-5000C (untuk aluminum alloy) dan 700-800oC (untuk alloy tembaga)
Techniques Of Extrusion
Pada ekstrusi ini cairan dipaksa (didorong) keluar dari sebuah celah menuju sebuah cetakan yang membentuk sebuah produk nantinya. Sehingga teknik ekstrusi ini digunakan untuk pembuatan Hollow Rivet.
- Forward Extrusion to reduce diameter
- Reverse Extrusion process of making hole
- Up Set Formed into a particular shape

No comments:
Post a Comment